Pengembang Kawasan Industri Brebes Targetkan Pembangunan di 2021

TEMPO.CO, Jakarta – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) menggeber persiapan Kawasan Industri di Brebes, Jawa Tengah untuk menyambut investor asing. Perusahaan menargetkan pembangunan tahap awal dapat dimulai tahun depan.

Direktur Operasional PT KIW, Ahmad Fauzie Nur, menyatakan perusahaan tengah menyusun rencana induk pembangunan kawasan sekaligus mengkaji kelayakan proyek. Zona industri ini akan dibangun dengan konsep ramah lingkungan serta terintegrasi dengan pemukiman dan area komersil. Perusahaan menggandeng pemenang sayembara desain ibu kota baru, Urban+, untuk merancangnya. “Paling lambat Juli sudah selesai,” kata dia kepada Tempo, Rabu 3 Juni 2020.

Kawasan Industri Brebes akan dibangun di atas lahan seluas 3.976 hektare yang melintasi Kecamatan Tanjung, Kecamatan Losari, dan Kecamatan Bulakamba. Pembangunan dilakukan bertahap. Pada tahap awal, PT KIW berfokus pada 600 hingga 1.000 hektare saja.

Fauzie menuturkan perusahaan menunggu suntikan dana dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk mulai mengakuisisi lahan. Perusahaan juga telah mengalokasikan seluruh modal tahun ini untuk proyek tersebut. Namun dia masih enggan menyebutkan kebutuhan anggaran untuk membangun kawasan industi itu.

Project Manager Kawasan Industri Brebes Abdul Muis menyatakan bantuan pendanaan dari pemerintah dapat menekan harga lahan. “Ini akan semakin membuat Kawasan Industri Brebes ramah investasi,” katanya. Selain harga tanah murah, kawasan tersebut menawarkan upah tenaga kerja yang kompetitif. Penobatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Tengah sebagai yang terbaik se-Indonesia pada 2018 juga dinilai akan menjadi daya tarik tambahan.

Muis optimistis pembangunan kawasan industri ini akan lebih cepat. Pasalnya pemerintah telah menetapkannya sebagai proyek strategis nasional. Normalnya, pembangunan berlangsung antara tiga hingga lima tahun.

Jika pengadaan tanah dapat diselesaikan tahun ini, perusahaan bisa melaksanakan pembangunan tahap awal 2021, dimulai dari fasilitas minimal. Fasilitas tersebut antara lain jalan, pengolahan air bersih dan air limbah, serta jaringan listrik.

Proyek ini juga diawasi langsung sejumlah kementerian dan lembaga. Pasalnya Presiden Joko Widodo menawarkan Kawasan Industri Brebes kepada pemerintah Amerika sebagai alternatif relokasi perusahaan mereka dari Cina. Amerika sedang menyiapkan insentif pemindahan pabrik dipicu ketegangan hubungan kedua negara.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menyatakan komunikasi Indonesia dan Amerika sudah berjalan intens mengenai rencana relokasi ini. “Menteri Luhut sudah berbicara dengan CEO US IDFC Adam Boehler sebagai perwakilan pemerintah Amerika,” katanya. Proposal investasi yang dirancang pemerintah Indonesia diklaim disambut baik.

Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rizal Calvary menyatakan pihaknya tengah membenahi masalah perizinan usaha untuk menyambut peluang investasi dari Amerika dan Jepang tersebut. Dia menjamin proses perizinan tak lagi lama. ” Catat, tidak pakai lama. Kalau ada yang bikin lama-lama, kasih tahu ke Kepala BKPM,” ujar dia.

Pemerintah tak ingin kehilangan momentum seperti tahun lalu saat 33 perusahaan dari Cina merelokasi pabriknya namun tak satupun memilih Indonesia. Sebanyak Sebanyak 23 perusahaan memilih hijrah ke Vietnam. Sisanya menyebar antara lain ke Kamboja, Malaysia, dan Thailand.

VINDRY FLORENTIN

Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/1349468/pengembang-kawasan-industri-brebes-targetkan-pembangunan-di-2021/full&view=ok

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Tinggalkan Komentar

Post Terkait